Sekeping pelajaran dari setoples cinta... *

Posted by Cah Solo | Posted in

Suami saya adalah seorang insinyur,saya mencintai sifatnya yg alami & saya menyukai perasaan hangat yg muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yg bidang.3th dalam masa perkenalan & 2th dalam masa pernikahan harus saya akui,bahwa saya mulai lelah,alasan2 saya yg dulu mencintainya mulai berubah menjadi sesuatu yg menjemukan.

Saya seorang wanita yg sentimentil,saya merindukan saat2 romantis seperti seorang anak yg menginginkan permen,tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.Suami saya jauh berbeda dari yg saya harapkan,rasa sensitifnya kurang & ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yg ideal.

Suatu hari saya beranikan diri untk mengatakan keputusan saya kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?" dia bertanya dengan terkejut."Saya lelah,kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yg saya inginkan."Dia terdiam & termenung sepanjang malam di depan komputernya,tampak seolah2 sedang mengerjakan sesuatu,padahal tidak.Kekecewaan saya semakin bertambah,seorang pria yg bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya,apalagi yg bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya."Apa yg saya dapat lakukan untuk merubah pikiranmu?"

Saya menatap matanya dalam2 & menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan,jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya,saya akan merubah pikiran saya:Seandainya,saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung & kita berdua tahu Jika Kamu memanjat gunung itu,kamu akan mati,Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung & akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Hati saya langsung gundah mendengar responnya.Keesokan paginya,dia tidak ada dirumah & saya menemukan selembar kertas dengan coret2 tangannya dibawah sebuah gelas yg berisi susu hangat yg bertuliskan....

"Sayang,saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,tetapi ijinkan saya menjelaskan alasannya."Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.Saya melanjutkat untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer & selalu mengacaukan program di PC-nya & akhirnya menangis di depan monitor,saya harus memberikan jari2 saya supaya bisa membantumu & memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu,& membukakan pintu untukmu ketika pulang."Kamu suka jalan2 ke luar kota,tapi selalu nyasar ditempat2 yg baru kamu kunjungi,saya harus menunggu dirumah memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal2 pada waktu "teman baikmu"datang setiap bulannya & saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yg pegal."Kamu senang diam dirumah & saya selalu menjadi khawatir kamu akan menjadi "aneh".Dan saya harus membelikan sesuatu untuk dapat menghiburmu dirumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal2 lucu yg ku alami."Kamu selalu menatap komputermu,membaca buku & itu tidak baik untuk kesehatan matamu,saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu & mencabuti ubanmu.

"Tanganku akan memegang tanganmu,membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi & pasir yg indah.Menceritakan warna2 bunga yg bersinar & indah seperti cantiknya wajahmu."

"Tapi sayangku,saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku saya tahu ada banyak orang yg bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."

"Untuk itu sayang,jika semua yg telah diberikan tanganku,kakiku,mataku,tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan,kaki & mata yg lain yg dapat mebahgaiakanmu."

"Air mata saya jatuh ke atas tulisannya & membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya."Dan sekarng,sayangku,kamu telah selesai membaca jawaban saya.Jika kamu puas dengan semua jawaban ini & tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini,tolong bukakan pintu rumah kita,saya sekarng sedang berdiri di sana & menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas,sayangku,biarkan aku masuk untuk membereskan barang2ku & qu tidak akan mempersulit hidupmu.Percayalah,bahagiaku bila kau bahagia."

"Saya segera berlari membuka pintu & melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu & roti kesukaanku.Oh,kini saya tahu,tidak ada orang yg pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku."

Itulah cinta,di saat kita merasa cinta itu telah berangsur2 hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yg kita inginkan,sesungguhnya dia telah hadir dalam wujud yg lain yg tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yg kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita,& bukan mengharapkan wujud tertentu...

* Disadur dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=363346785&posted=1#post363346785

"Belajarlah dari Masa lalu "

Comments (0)

Posting Komentar